PENERTIBAN WILAYAH KOTA CILEGON

Satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Provinsi Banten, kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat). Kali ini, razia digelar di tempat hiburan malam dan penginapan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, Kamis (22/8/2019) dinihari. Operasi pekat tersebut dipimpin Kasi kerjasama Satpol-PP Provinsi Banten Ali Hanafiah, dengan menurunkan personel 75 anggota Satpol-PP Provinsi ditambah 30 personel anggota Satpol-PP Kota Cilegon. "Melakukan operasi tiga hal yang kita lakukan, pemeriksaan pertama adalah yustisi, kedua prostitusi dan ketiga adalah miras," kata Ali Hanafiah kepada TitikNOL. Dalam razia itu, Satpol-PP menemukan tiga pasangan mesum di hotel, juga mengamankan sekitar 200 botol miras dan memberikan pembinaan terhadap wanita malam. "Yustisi juga ada beberapa pemandu lagu yang kita bawa, dalam rangka melakukan pendataan. untuk yang ke delapan mesum memang untuk hari ini di Kota Cilegon memang saya melakukan pembinaan pendataan," ujarnya. Sementara itu, barang bukti yang sudah diamankan Satpol-PP Provinsi berupa minuman keras dari berbagai macam jenis nantinya akan dimusnahkan.

Peristiwa Anggota Satpol PP Di Tampar Pengunjung Hiburan Malam

Anggota Provos Satpol PP Provinsi Banten ditampar oleh pengunjung di salah satu tempat hiburan malam, tepatnya dekat lampu merah Pakupatan, Kota Serang, saat operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Selasa (21/08/2019) dini hari tadi. Suasana razia gabungan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang dan Satpol PP Provinsi Banten tersebut tiba-tiba memanas. Pengunjung cafe yang berinisial R diduga dipengaruhi minuman alkohol, langsung menampar anggota Satpol PP. Kepala Satpol Pp Kota Serang yang memimpin jalannya kegiatan mengatakan, dengan adanya insiden seperti ini, sudah sangat mencoreng nama baik institusi Satpol PP. "Ini sudah jelas sangat mencoreng nama baik institusi, kita datang baik-baik, bawa surat-surat, tidak pakai emosi, tapi kok si pengunjung ini marah-marah dan nampar anggota yang sedang menjalankan tugasnya," kata Dani kepada awak media usai giat pekat. "Si pengunjung ini dalam keadaan mabuk atau berpengaruh alkohol, sampai kita bawa ke kantor pun dia masih setengah sadar," sambungnya.