Pemerintah menjelaskan pentingnya kebijakan PPKM level 3 di masa libur Natal dan tahun baru


"Sangat urgen. Karena kita tahu bahwa pandemi belum selesai. Memang beberapa indikator COVID-19 di kita sangat baik, mulai dari angka kasus-kasus kemudian kematian dan kasus aktif, kita memang landai bahkan mungkin sekarang dalam posisi terbaik di dunia dan banyak sekali negara yang memuji kemampuan kita meredam lonjakan gelombang kedua," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021).

Muhadjir meminta masyarakat tidak lengah. Dia menyinggung kenaikan kasus COVID-19 di Eropa.

"Tapi ini kan kita tidak boleh sembrono. Tidak boleh merasa gede kepala, besar kepala, bahwa kita sudah selesai. Karena kita tahu di beberapa negara termasuk di Eropa dan juga tetangga kita di kawasan Asia Tenggara, kondisinya masih sangat mengkhawatirkan. Karena itu, demi untuk keselamatan kita bersama, menjaga konsistensi COVID-19 sekarang ini. Maka arahan bapak presiden selama libur Nataru yang biasanya diikuti dengan pergerakan orang besar-besaran, itu kita perketat," ujar Muhadjir.

Pertemuan Skala Besar Dilarang

Muhadjir menyampaikan salah satu poin dalam kebijakan PPKM level 3 akhir tahun ini adalah pelarangan pertemuan dalam skala besar. Prosedur penanganannya kini sedang dirumuskan oleh Polri.

"Dan salah satu kebijakannya sesuai arahan beliau, kita berlakukan seluruh secara nasional ketentuan yang berlaku pada PPKM level 3 plus tadi itu nanti kita akan batasi dan kita larang pertemuan-pertemuan yang skala besar. Misalnya apa? yaitu pesta old and new, itu kita larang yang dibolehkan pesta old and new di tingkat keluarga saja, mungkin 10, 15 keluarga masih dibolehkan," ujar Muhadjir.

Sumber detik.com