Risiko Penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten Meningkat

Peta risiko penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten kembali meningkat. Setelah Kota Cilegon yang naik menjadi zona merah, Kabupaten Tangerang juga kembali masuk zona oranye setelah sempat zona kuning.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi mengatakan, angka tertinggi disumbang dari masyarakat yang habis pulang dari berlibur pada cuti bersama dua pekan lalu.

Peningkatan tersebut paling signifikan terjadi pada 7 dan 11 November 2020. Pada tanggal 7, ada penambahan sebanyak 59 pasien Covid-19 baru. Lalu di tanggal 11, ada penambahan 32 pasien baru.

"Dari dampak libur panjang ada 20 sampai 30 persen kasus. Sisanya karena masyarakat masih saja abai menerapkan 3M atau protokol kesehatan," tutur Hendra.

Hingga kini, total angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang sebanyak 3.391, dengan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 97 orang, dan yang sudah sembuh sebanyak 3.065 orang.

"Ingat, pandemi masih berlansung. Dimohon untuk masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan juga 3M," kata Hendra.

Seiring kembali berubahnya status zona di Kabupaten Tangerang, satu rukun tetangga (RT) di wilayah tersebut menjadi klaster baru Covid-19.

Kasus tersebut terjadi Perumahan Bukit Gading di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Di wilayah tersebut ada 19 orang yang terkonfirmasi terpapar virus corona.

Setelah tim Satgas melakukan cek langsung ke lokasi bersama Ketua Satgas Asda I dan Camat Balaraja, kata dr Hendra, ada sekitar 19 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada 19 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, mereka sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing," ucapnya.

Hendra membeberkan penularan itu berawal dari seorang warga jatuh sakit, kemudian diantar ke rumah sakit.

"Pada saat mengantar ke rumah sakit, warga lainnya itu tidak memakai masker. Sementara seorang tadi itu rupanya positif Covid-19," tuturnya.

Dia mengatakan, belasan orang itu reaktif Covid-19 setelah dilakukan contact tracing oleh petugas.

"Untuk saat ini 19 warga itu dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara untuk memenuhi kebutuhan akan dilayani tim gugus selama masa isolasi," kata Hendra.

Ketika ditanya tidak diisolasi di Hotel Yasmin, Hendra mengatakan, warga yang terpapar memilih ingin isolasi mandiri.

"Mereka yang lebih senang di rumah. Namun meski di rumah, Satgas RT antar makanan untuk pasien orang tanpa gejala (OTG). Jadi enggak ada yang keluyuran," ujarnya.

Berdasarkan data resmi Satgas Covid-19 pertanggal 17 November 2020, kasus suspek dirawat sebanyak 38 kasus, terkonfirmasi positif Covid-19 dirawat 89 kasus, terkonfirmasi meninggal 71 kasus, kasus sembuh 3.066 kasus, total terkonfirmasi positif Covid-19 3.487 kasus.

Sementara wilayah tertinggi sebaran virus Covid-19 adalah Kecamatan Kelapa Dua dengan 64 kasus, urutan kedua Kecamatan Curug 42 kasus dan peringkat ketiga Kecamatan Balaraja dengan 22 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Banyak ASN pemprov

Selain Kabupaten Tangerang, ledakan kasus Covid-19 yang diduga libur dan cuti bersama terjadi di Kota Serang. Belasan aparatur sipil negara (ASN) yang berdomisili di Kota Serang terkonfirmasi Covid-19.

Belasan ASN yang didominasi pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tersebut diduga terpapar virus corona saat libur panjang dan cuti bersama.

Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Satgas Covid-19 Kota Serang Hari W Pamungkas mengatakan, belasan ASN itu tidak semuanya bertugas di Kota Serang, tapi ada yang di Pemprov Banten dan Pemkab Serang.

"Kebanyakan ASN Provinsi yang domisili di kota. Kalau ASN kotanya yang baru terkonfirmasi kemarin, kan sebelumnya di Bappeda. ASN Kabupaten juga yang tinggal di Kota Serang, sekitar belasan," kata Hari Pamungkas kepada Kabar Banten, Selasa, 17 November 2020.

Khusus untuk ASN Kota Serang, ucap dia, secara pasti belum dilakukan pencatatan. Namun di antaranya, pernah di Bappeda Kota Serang, BPKAD Kota Serang dan Disdukcapil Kota Serang.

"Pada saat Bappeda pun demikian, pelayanan dilock. Kemudian BPKAD Kota, juga dilock, petugas pelayanannya ada yang terkonfirmasi. Kami lakukan penutupan, sambil pembersihan. Kemudian, penyemprotan disinfektan sambil proses tracking untuk mencegah meluasnya penyebaran," tuturnya.

Munculnya kasus ASN yang terkonfirmasi Covid-19, diduga terpapar dari keluarga saat libur dan cuti bersama.

"Kebanyakan memang dari pihak keluarga, apalagi kemarin ada cuti bersama, itu mungkin ada saudaranya yang datang atau kontak erat sama yang saudaranya berkunjung," katanya.

Dugaan itu juga berdasarkan pada pengalaman yang disampaikan beberapa gubernur dan kementerian, saat rapat koordinasi secara virtual. Sehingga, Kemendagri menginstruksikan Diskominfo semua daerah mengampanyekan 'Libur di Rumah Saja'.

"Dari pengalaman kalau libur panjang ada kenaikan signifikan terkait dengan pasien positif, sehingga Kemendagri menugaskan kominfo masing-maisng daerah untuk kampanye libur di rumah saja dan itu sudah kami lakukan," katanya.

Kampanye itu, ujar Hari, akan kembali dilakukan saat menghadapi libur dan cuti bersama pada Desember mendatang. Supaya tidak ada peningkatan signifikan akibat libur panjang.

"Termasuk libur panjang di Desember nanti akan kami lakukan libur di rumah saja. Banyak yang bisa kita lakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19, antara lain libur di rumah saja," ujarnya.

Berdasarkan siaran Diskominfo pada Senin 16 November kemarin, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Serang bertambah sebanyak 15 orang. Dari jumlah itu, lima di antaranya merupakan ASN.

Dengan tambahan itu, saat ini Kasus jumlah terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang sebanyak 643 orang terdiri dari dirawat 67 orang, isolasi 247 orang, sembuh 311 orang dan meninggal 18 orang.***

 

sumber : 

https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/seputar-banten/pr-59976462/risiko-penyebaran-covid-19-di-provinsi-banten-meningkat