Kado Istimewa Jelang HUT Damkar ke-101, Tito Karnavian Terbitkan Permendagri No. 16/2020

Direktur Manajemen Penanggulangan dan Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri DR. Safrizal (tengah). (tandaseru.id/hl)

 

Menteri Dalam Negeri Prof. H. M. Tito Karnavian PhD menerbitkan Peraturan Mendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Direktur Manajemen Penanggulangan dan Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri DR. Safrizal mengatakan, Permendagri ini menjadi kado istimewa bagi petugas pemadam kebakaran di seluruh Indonesia menjelang HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-101.

“Permendagri No. 16/2020 memberikan dasar hukum bagi pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Dengan adanya Permendagri ini, terdapat keseragaman nomenklatur, tugas dan fungsi Dinas Damkar dan Penyelamatan daerah di seluruh Tanah Air,” katanya dalam jumpa pers di kantor Kemendagri, Rabu (26/2).

afrizal menambahkan, Mendagri juga dijadwalkan menghadiri puncak rangkaian peringatan HUT Damkar dan Penyelamatan ke-101 di Stadion Sultan Agung Bantul, DI Yogyakarta, pada 1 Maret 2020.

“Mendagri akan bertindak sebagai inspektur upacara, dan diikuti peserta dari perwakilan aparatur Damkar se-Pulau Jawa, Relawan Kebakaran, peserta skill competition, dan peserta Rakornas Damkar dan Penyelamatan 2020,” ujarnya.

Pembentukan Redkar

Pada upaca itu, lanjut Safrizal, juga akan dibentuk Relawan Kebakaran (Redkar) yang ditandai dengan pembacaan janji relawan (Panca Dharma Relawan) serta penyelamatan nomor registrasi relawan Kabupaten Bantul.

Menurut dia, pembentukan Redkar dinilai penting untuk memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) Damkar dan Penyelamatan, yakni waktu respons maksimal 15 menit sejak informasi diterima.

Untuk memenuhi SPM tersebut, ungkapnya, Damkar dan Penyelamatan membutuhkan sedikitnya 85.000 personel dan mobil Damkar sekitar 10.000 hingga 12.000 unit di seluruh Indonesia.

Saat ini Dinas Damkar di seluruh Indonesia baru diperkuat sekitar 58.000 personel, 70 persen di antaranya masih kontrak, dan 5.000 unit mobil Damkar. “Oleh karena itu, peran serta masyakarat melalui Redkar diharapkan bisa meningkatkan respons time dan pencegahan kebakaran, sehingga memberikan rasa aman di tengah masyarakat,” jelas Safrizal.

Selain membantu petugas melakukan pemadaman kebakaran sedini mungkin, Redkar juga dapat berperan dalam aspek pencegahan dan keamanan lingkungan sekitarnya. Mereka juga bahkan membantu petugas membuka jalan bagi mobil Damkar sehingga bisa tiba di tempat kejadian lebih cepat.

Untuk membuka partisipasi masyarkat secara luas, Direktorat Manajemen Penanggulangan dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri akan membuka pendaftaran secara online.

“Kami berharap partisipasi masyarakat secara luas. Kalau setiap desa atau kelurahan kita bisa merekrut 10 orang Redkar, jumlah relawan bisa ratusan ribu orang dan ini akan sangat membantu mencegah kebakaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal juga menyampaikan bahwa HUT Damkar dan Penyelamatan ke-101 pada tahun ini dipusatkan di Bantul, DIY, dengan mengangkat tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Unggul Guna Terwujudnya Perlindungan Masyarakat Menuju Indonesia Maju.

HUT kali ini akan diisi dengan Skill Competition Petugas Damkar dan Penyelamatan pada 27-28 Februari, yang diikuti 48 kabupaten/kota, untuk jenis lomba Survival, Hose Laying dan Lladder Pitching. Pemenang lomba ini akan mewakili Indonesia dalam kompetisi Damkar di tingkat internasional.

Selain itu, digelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Damkar pada 29 Februari, yang akan diikuti Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota, serta kepala daerah dan Forkopomda dari provinsi dan kabupaten/kota DIY.

 

https://tandaseru.id/kado-istimewa-jelang-hut-damkar-ke-101-tito-karnavian-terbitkan-permendagri-no-16-2020/