Kesiapsiagaan dan keterampilan yang sering dilatih sebagai antisipasi bencana di Indonesia

Diperlukan kesiapsiagaan dan keterampilan yang sering dilatih sebagai antisipasi bencana di Indonesia.

"Di Jepang, sejak usia dini sudah dikenalkan bagaimana menolong orang seperti keterampilan PCR atau nafas buatan. Jepang sebagai negara yang sering dilanda bencana memiliki kemampuan untuk antisipasi, selain kemampuan individu dan kelompok termasuk bangunan tahan gempa," ujar Septo Kalnadi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Banten dalam membuka acara Peningkatan Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat Se-Provinsi Banten, Kamis (17/06/2021).

Tidak beda dengan Indonesia, kemampuan antisipasi, pertolongan, dan penyelamatan perlu dimiliki oleh Satuan Perlindungan Masyarakat atau disingkat dengan Satlinmas, sebagai unsur terdekat pada masyarakat.

"Satlinmas berada di tengah-tengah masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam setiap bencana, sebelum bantuan dari pemerintah seperti BPBD, Satpol PP atau unsur lain datang, Satlinmas lah yang harus lebih berperan," tambah Septo di Pantai Karang Sari Carita Pandeglang dimana lokasi acara berlangsung.

Selain anggota Satlinmas dari Kabupaten/Kota, pelatihan pengenalan penyelamatan air sebagai tema kegiatan ini juga melibatkan unsur Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahabanten Provinsi Banten.

"Anggota Menwa memiliki fungsi perlindungan masyarakat sebagai pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk itu dalam setiap penanggulangan bencana harus hadir bersama-sama pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut yang melandasi perlunya anggota Menwa mengikuti kegiatan ini," tutup Septo mengakhiri sambutan pembukaannya.

Sebelumnya, Paundra Bayyu Ajie Kepala Bidang Tibum Satpol PP Provinsi Banten mengutarakan bahwa kegiatan ini sudah melalui protokol kesehatan dengan melibatkan pihak Puskesmas setempat. Diharapkan melalui kegiatan pengenalan penyelamatan air ini menambah kemampuan anggota Satlinmas dan Menwa dalam penanggulangan bencana, ke depan pelatihan individu dan kelompok ini akan ditingkatkan dengan tema yang berbeda. Sebagai instruktur berasal dari Balawista Indonesia.