Irna Narulita Siap Cek Galian Pasir di Gunung Karang

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Irna Narulita siap naik Gunung Karang untuk mengecek langsung aksi galian pasir yang diduga meresahkan masyarakat. Pengecekan itu penting untuk mengetahui sejauh mana proses perizinannya dan bagaimana dampak lingkungan galian pasir yang ada di Kelurahan Pagerbatu.

“Kita lihat nanti, ya kemarin keresahan soal galian ada di Karang Tanjung dan sekarang muncul lagi, itu sudah kaya bisul aja ya. Kita lihat apakah karena pemahamannya kurang profesional atau tidak paham. Tapi jangan sampai karena kebutuhan ekonomi dijadikan alasan, bagaimana jika dampaknya bencana sangat membahayakan. Kami lihat nanti, apakah ada pihak lain di belakang aksi galian atau hanya ikut dompleng di sana,” kata Irna, Selasa (14/1/2020).

Irna menjelaskan, segala bentuk galian yang ada di wilayah Pandeglang harus memiliki izin. Sebab, setiap bentuk penambangan akan memberikan berdampak terhadap lingkungan sekitar.

“Jadi di manapun ada galian C, penambangan dan lain sebagainya bisa mengganggu dan merusak lingkungan. Bahkan jika menimbulkan bencana akan menjadi musibah bagi masyarakat Pandeglang. Jadi, saya minta Satpol PP harus tegas menegakkan peraturan daerah. Banyak tuh pembangunan yang melanggar sempadan jalan, sempadan sungai,” ucapnya.

Irna mengatakan, setiap pembangunan harus ada izin dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satpol PP.

“Saya tegaskan kepada Satpol PP, apapun bentuk pelanggaran tidak toleransi harus ditindak tegas. Jangan sampai terjadi kekosongan hukum dalam menegakkan peraturan daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga yang tinggal di lereng Gunung Karang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan adanya galian pasir. Sebab, warga merasa cemas jika galian tersebut bisa menimbulkan bahaya longsor.

Salah seorang warga gunung, Hera, mengaku khawatir dengan galian pasir tersebut. Apalagi saat curah hujan masih tinggi, hal itu bisa mengundang rawan longsor.

“Tentu saja kami merasa khawatir dengan galian pasir yang rentan menimbulkan longsor. Kalau terjadi longsor kan bisa mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi galian,” ujar Hera, Senin (13/1/2020).

Mendengar keresahan warga atas galian tersebut membuat Muspika melakukan cek lokasi ke Gunung Karang.