Satpol PP Ancam Tutup Perusahaan Beton

PANDEGLANG, (KB).- Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pandeglang mengancam untuk menutup perusahaan pengolahan bahan baku beton milik PT Trias Beton Perkasa di Kecamatan Pagelaran, Pandeglang.

Ancaman tersebut disampaikan Kepala Satpol PP, Dadan Saladin jika perusahaan tersebut tidak segera  melengkapi perizinan. “Jika dalam waktu seminggu perusahaan tak melengkapi izin, maka aktivstas perusahaan akan ditutup paksa oleh petugas,” kata Dadan kepada Kabar Banten, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Badan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPPMPT) dan Kantor Lingkungan Hidup (KLH), PT Trias Beton Perkasa belum memiliki dokumen perizinan. Atas dasar itu, pihaknya selaku penegak Peraturan daerah (Perda) melakukan tindakan penertiban.

“Tidak ada izinnya, baik itu dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun Analisis dampak lingkungan (Amdal),” katanya. Ia mengatakan, berdasarkan informasi perusahaan itu sudah beroperasi  sejak  dua tahun  yang lalu.

Selama itu, perusahaan tidak memiliki dokumen perizinan. Tetapi  bisa bebas beraktivitas. Untuk itu, pihaknya melakukan penertiban agar pihak perusahaan bisa menaati peraturan. “Saya  aneh, kok bisa-bisanya tidak memiliki izin,  pemilik berani beroperasi. Bahkan sudah hampir dua tahun menjalankan usahanya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu karyawan PT Trias Beton Perkasa, yang enggan menyebutkan edintitasnya mengaku tidak mengetahui persoalan izin tersebut.”Saya tidak tahu masalah izin silahkan tanyakan pada pihak perusahan pusatnya di Serang. Yang jelas lokasi ini sudah beroperasi dan berjalan cukup lama,”ujarnya. (PG)***