Natal dan Tahun Baru, Polda Banten Antisipasi Ancaman Teror

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengatisipasi ancaman teror saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di wilayah hukum Polda Banten, sehingga meminta kerja sama semua pihak untuk mengantisipasinya. “Kami juga mengantisipasi ancaman terorisme akhir tahun, untuk itu akan kami lakukan upaya preventif sampai refresif. Kami harapkan adanya kerja sama dari rekan TNI BIN dan tokoh masyarakat serta pemerintah daerah (Pemda),” kata Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2019 di Pendopo Gubernur Banten KP3B, di Serang, Kamis (14/12/2017).

Gubernur Banten Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Danrem Maulana Yusuf Kolonel Czi Ito Hediarto saat Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2018 di Pendopo Gubernur Banten KP3B, di Serang, Kamis (14/12/2017).*

 

Serang - Hadir Gubernur Banten Wahidin Halim, Danrem Maulana Yusuf Kolonel Czi Ito Hediarto, dan sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Bupati Lebak iti Oktavia Jayabaya, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Ia mengatakan, ada wilayah wilayah tertentu yang perlu diwaspadai termasuk kontrakan-kontrakan yang penghuninya tidak dikenal dan kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Sehingga lingkungan masyarakat sekitar perlu mewaspadai itu semua dan segera melapor kepada pihak kepolisian jika dicurigai. “Tempat yang biasa dikontrakkan yang sekiranya mencurigakan, saya berharap adanya peran serta semua pihak, untuk segera adanya tindakan pencegahan,” kata Listyo dihadapan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengamanan pengamanan di tempat ibadah, salah satunya dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti tahun sebelumnya ormas dari NU juga terlibat dalam pengamanan tempat ibadah. Pihaknya juga mengantisipasi aksi sweeping, pengamaman areal publik, stabilitas pangan di akhir tahun karena kecenderungan harga-harga akan meningkat, serta perlu antisipasi cuaca ekstrim.

Menurut dia, secara umum dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Banten akan melaksanakan operasi lilin terutama untuk pengamanan di empat lokasi yang menjadi prioritas. Empat lokasi tersebut yakni tempat ibadah, jalur mudik seperti Pelabuhan Merak dan jalur objek wisata, pengamanan objek wisata serta pengamanan kegiatan masyarakat yang merayakan tutup tahun. “Rangkaian sebelumnya kami juga melakukan operasi penyakit masyarakat dan premanisme,” kata Kapolda Banten.

Khusus pengamanan di jalur wisata pada perayaan tahun baru, kata dia, akan melakukan upaya buka tutup atau satu arah di titik-titik tertentu yang biasanya terjadi kemacetan. “Biasanya ada enam titik jalur kemacetan, biasanya kami berlakukan satu arah,” kata Listyo dalam rapat kordinasi yang juga dihadiri para kepala daerah di Banten serta forum kordinasi pimpinan daerah di Provinsi Banten. Selain mengantisipasi ancaman terror, Polda Banten akan melakukan Operasi Lilin untuk mengamankan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Ada empat titik yang menjadi prioritas pengamanan yaitu tempat ibadah, jalur mudik, objek wisata, dan pusat keramaian.

“Pada operasi lilin ada 4 titik yang dijadikan prioritas. Pertama, tempat ibadah, kedua terkait dengan jalur mudik itu yang mengarah ke Merak dan ke objek wisata. Ketiga, pengamanan objek wisata dan keempat lokasi kegiatan masyarakat menjelang pergantian tahun,” kata Sigit. Operasi lilin akan dimulai pada 23 Desmber dan selesai setelah tahun baru pada 3 Januari 2018. Polda Banten akan mengerahkan sekitar 2.000 personel polisi.

“Kalau gabungan dengan instansi sampir itu sekitar 6.000-an personel,” katanya. Ia menjelaskan, Polda Banten sedianya sudah melaksanakan rangkaian pengamanan jelang natal dan tahun baru. Mulai dari melaksanakan operasi pekat, dan pencegahan aksi kriminalitas. “Kemudian ada operasi pekat yang kita tingkatkan ke premanisme, diperluas terkait dengan potensi pelaku kriminalitas di area-area publik, seperti terminal, stasiun kereta api, dan dermaga. Dan itu harus clear. Sehingga diharapkan masyarakat yang akan belanja atau mudik bisa nyaman,” ujarnya.

Empat titik

Terpisah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang akan memusatkan pengamanan di empat titik di Kota Serang pada puncak perayaan Natal nanti. Titik tersebut merupakan tempat ibadah yang biasanya menjadi lokasi perayaan Natal. Kepala Bidang ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Kota Serang, H Ahmad, mengatakan, titik tersebut antara lain Gereja HKBP Serang, Gereja Katolik Kristus Raja Serang, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan GBI Eliezar, Kota Serang.
“Satpol PP sebagai tugas dan fungsinya dalam mengamankan tahun baru dan Natal,” katanya saat ditemui di Kantor Satpol PP Kota Serang, Jl Jendral Ahmad Yani, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (14/12/2017).

Personil yang akan diterjunkan tergantung kebutuhan, nantinya personil Satpol PP Kota Serang akan bergabung dengan personil kepolisian dan TNI. “(Pengamanan) terutama di kawasan Alun-alun Kota Serang, dan belakang Korem 064/Maulana Yusuf,” ujarnya. Tempat-tempat tersebut biasanya menjadi simpul perayaan yang juga untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus tersebut. “Sehingga pelaksaan Natal dapat berlangsung tertib dan tidak gangguan,” katanya.

Terkait antisipasi teror, kata dia, Satpol PP Kota Serang menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, sementara Satpol PP Kota Serang hanya memastikan pelaksanaan Natal berlangsung tertib.”Harus antisipasi pihak terkait dengan keamanan. Keamanan tidak hanya terkait ibadahnya, tapi terkait juga ketertiban umum, supaya tidak melakukan kegiatan yang mengganggu orang lain,” ujarnya.

Sementara, khusus perayaan tahun baru pihaknya hanya akan memusatkan pengamanan di Alun-alun Kota Serang, karena tempat ini yang biasa menjadi pusat bertemu warga yang akan merayakan pergantian tahun. “Alun alun yang menjadi sorotan sentral, jadi kalau tempat lain engggak ada. Kecuali pusat perbelanjaan,” tuturnya. Belajar dari tahun sebelumnya, persoalan yang perlu diantisipasi dalam perayaan pergantian tahun baru adalah minuman keras. “Ya sudah barang tentu perlu diantisipasi, walapun tergantung faktor manusia dan warganya, kalau warganya tertib berarti tidak begitu rawan,” katanya.

 

http://www.kabar-banten.com